Mengenal Tradisi Upacara Minum Teh Khas Jepang

Upacara minum teh mengangkat tugas sederhana menyiapkan minuman bagi tamu menjadi sebuah karya seni, rangkaian gerakan rumit yang dilakukan dalam urutan ketat dan dihargai oleh penerimanya. Berikut pembahasan untuk mengenal tradisi upacara minum teh khas Jepang.

Upacara minum teh Jepang disebut sadō (茶道) atau chanoyu (茶の湯), adalah tradisi Jepang yang kaya akan sejarah. Ini adalah cara seremonial untuk menyiapkan dan menikmati teh hijau di ruang teh tradisional berlantai tatami.

Selain menyajikan dan menerima teh, salah satu tujuan utama dari upacara minum teh adalah agar para tamu dapat menikmati keramahan tuan rumah dalam suasana yang berbeda dari kehidupan sehari-hari https://www.ispcan2018.org/.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh  yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

Tradisi ini berkaitan dengan agama Buddha dan sudah ada sejak abad ke 9 di Jepang. Teh pertama kali diperkenalkan ke Jepang pada abad ke 8 oleh seorang biksu yang baru kembali dari Tiongkok.

Pada mulanya di Cina kebiasaan minum teh pada awalnya hanya sebagai pengobatan, dan seiring waktu maka teh juga dinikmati sebagai minuman biasa yang menyenangkan. Pada awal abad ke 9, seorang penulis Cina, Lu Yu menulis suatu catatan mengenai budaya minum teh dan langkah-langkah persiapan minum teh. 

Dari pertemuan-pertemuan inilah asal mula upacara minum teh khas Jepang berasal. Sen no Rikyu adalah Bapak dari cara minum teh modern yang menganjurkan kesederhanaan dalam upacara minum teh. Sebagian besar sekolah upacara minum teh di Jepang saat ini, termasuk Omotesenke dan Urasenke, berkembang dari ajarannya.

Upacara minum teh secara tradisional diadakan di ruang khusus minum teh chachitsu, dengan lantai beralaskan tatami dan perapian. Bahan yang digunakan untuk bangunan dan desainnya sengaja dibuat bergaya pedesaan.

Seorang tea master menggunakan sejumlah peralatan khusus, yang mencakup mangkuk teh chawan, sendok untuk teh bubuk yang terbuat dari bambu dan pengaduk teh, disebut chasen, juga diukir dari bambu.

Tata cara upacara minum teh Jepang bervariasi, tergantung pada tempat dan waktu dalam setahun, tetapi biasanya tuan rumah dan tamu akan saling membungkuk, kemudian mereka secara ritual akan menyucikan diri di bak batu dengan mencuci tangan dan mulut mereka dengan air.

Mereka kemudian melepaskan alas kaki sebelum memasuki ruang teh melalui pintu kecil, dan duduk dalam urutan yang telah ditentukan. Kira-kira begitulah kilasan mengenal tradisi upacara minum teh khas Jepang.

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.